Bingung Cara Budidaya Belut yang Praktis dan Mudah? Yuk, Simak Pembahasannya Di Bawah Ini

Bingung Cara Budidaya Belut yang Praktis dan Mudah? Yuk, Simak Pembahasannya Di Bawah Ini

Cara Budidaya Belut – Saat ini, banyak orang yang lebih memilih untuk berbisnis dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini karena jika bisnis dilakukan dengan tekun dan pantang menyerah, bisnis dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak. Tak heran, banyak orang yang mulai menjalankan bisnis untuk bisa meraup banyak keuntungan.

Salah satu bisnis yang dianggap dapat memberikan banyak sekali keuntungan ialah budidaya belut.

Siapa yang tak kenal dengan hewan licin yang satu ini? Hewan air tawar yang satu ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh Anda seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B dan vitamin C.

Tentunya dengan berbagai macam kandungan nutrisi baik yang ada di dalamnya, hal ini membuat belut banyak disukai oleh sebagian besar orang.

Dengan peluang yang sangat baik tersebut, tentu saja hal ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ditambah lagi, cara budidaya belut juga sangat mudah untuk Anda lakukan.

Nah, Anda bisa memperhatikan beberapa langkah mudah budidaya belut di bawah ini:

Sarana Untuk Ternak Belut

1. Drum/Tong

Anda bisa menggunakan drum atau tong bekas untuk membudidayakan belut. Akan tetapi, untuk membuat kolam dari tong Anda harus melakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Bersihkan bagian dalam drum/tong hingga benar-benar bersih
  • Buatlah lubang yang memanjang pada bagian sisi drum
  • Letakkan drum di tanah yang datar dan pasang pengganjal bagian kanan serta kiri drum agar tidak mudah terguling
  • Sebelumnya, Anda bisa membuat saluran pembuangannya terlebih dahulu
  • Setelah itu, pasang peneduh dari sinar matahari agar belut tidak kepanasan
  • Beri lapisan jerami pada bagian dasar drum dengan ketebalan 50 cm
  • Siram jerami menggunakan mikroorganisme stater dengan komposisi 1 liter per drumnya
  • Beri lapisan kompos atau pupuk kandang atau tanah humus setinggi 5cm
  • Tambahkan lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur dengan pupuk TSP 5kg
  • Masukkan air bersih, diamkan untuk tahap fermentasi sebelum dimasukkan belut selama 2 minggu

2. Kolam Terpal

Anda juga bisa menggunakan kolam terpal sebagai sarana budidaya belut. Untuk menjaga kualitas air, Anda bisa menggunakan sistem center drain ketimbang harus menggunakan pompa penyedot. Cara budidaya belut dengan center drain ini Anda hanya tinggal membuat kolam dengan bentuk mengerucut di tengah dan buatlah saluran pembuangan air pada bagian tengahnya.

Dengan menggunakan sistem ini, Anda hanya tinggal membuka pipa pembuangan untuk membersihkan kolam. Setelahnya, jika sudah bersih Anda bisa menambahkan air yang baru lagi.

Baca Juga: 

3. Bak Fiber

 

Anda juga bisa menggunakan bak fiber sebagai salah satu cara budidaya belut yang baik. Akan tetapi, dengan menggunakan bak fiber yang satu ini tentu saja biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar.

4. Bak Semen

Anda juga bisa menggunakan bak semen sebagai sarana permanen untuk budidaya belut. Akan tetapi, sama dengan bak fiber, harga yang harus Anda keluarkan juga cukup besar. Nah, untuk cara budidaya belut yang satu ini Anda bisa membuat sistem center drain agar lebih mudah dalam sistem pembuangan.

Baca Juga: 

Pilih Bibit Belut Terbaik

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah dengan memilih bibit belut. Tentu saja, dalam pemilihan bibit belut ini Anda harus memperhatikan beberapa hal penting agar bisa menghasilkan kualitas belut yang unggul. Lalu, apa sajakah hal yang harus Anda perhatikan saat memilih bibit belut?

1. Tubuh Belut Tidak Lemas Saat Dipegang

Cara budidaya belut yang baik ialah Anda harus memilih bibit yang tidak lemas atau lembek saat dipegang. Ini karena belut yang sehat memiliki tubuh yang keras.

2. Pilihlah Bibit Belut yang Bebas Dari Luka

Hal ini sangat penting untuk Anda perhatikan. Pastikan bahwa Anda memilih belut dengan tubuh yang bebas dari luka baik itu karena penyakit ataupun terkena goresan benda tajam. Hal ini karena dapat menular ke yang lainnya.

3. Pilihlah Belut yang Lincah

Tentu saja, belut yang sehat adalah belut yang lincah pergerakannya. Dengan memilih belut yang lincah, Anda bisa menghasilkan kualitas belut dewasa yang unggul nantinya.

Baca Juga: 

4. Ukuran Belut yang Seragam

Usahakan pada saat membeli bibit belut Anda memilih yang memiliki ukuran seragam. Jika ada belut yang memiliki ukuran lebih besar, hal tersebut bisa membuatnya lebih dominan sehingga membuatnya lebih banyak makan dan tumbuh lebih cepat.

Tebar Belut Dengan Jumlah yang Ideal

Cara budidaya belut selanjutnya ialah dengan menebar benih dengan ukuran yang ideal sesuai dengan luas kolam. Umumnya, agar bibit belut dapat berkembang dengan baik tebar benih 50 hingga 100 ekor/m2. Nah, agar belut terhindar dari stress dan membantu meningkatkan kualitas dari belut itu sendiri, tebarlah belut pada waktu pagi atau sore hari.

Untuk belut hasil dari tangkapan alam, sebaiknya dikarantina selama 1-2 hari lamanya dengan air bersih yang mengalir. Atur sirkulasi air seperti genangan sawah dan jangan membuat kolam yang terlalu dalam karena hal ini dapat membuat bibit belut lebih keras untuk mencapai permukaan sehingga membuatnya kurus. Anda bisa memberikan pakan kocokan telur selama dalam proses karantina tersebut.

Beri Pakan Selama Ternak Belut

Memberikan pakan merupakan salah satu cara budidaya belut yang sangat penting. Hal ini pastinya berkaitan dengan tumbuh kembang belut nantinya. Dalam memberikan pakan belut juga tidak boleh sembarangan. Dimana, Anda hanya cukup memberikan pakan sebanyak 5 hingga 20% dari bobot tubuh belut /harinya.

Untuk pakan belut itu sendiri, Anda bisa menggunakan ulat hongkong, keong mas/sawah, lambung katak, berudu (kecebong), anakan ikan mas, ikan guppy, ikan cithol, ikan cere, cacing lumbricus, cacing lor, cacing merah dan masih banyak yang lainnya. Beri pakan saat sore hari karena belut biasanya mencari mangsa pada sore atau malam hari.

Pemanenan Belut

Untuk bisa membudidaya belut agar siap dipanen Anda hanya membutuhkan waktu selama 3 – 4 bulan lamanya. Tentunya, proses yang satu ini bisa dibilang sangat cepat. Jika Anda dapat merawatnya dengan baik Anda bisa mendapatkan bobot rata-rata belut 3 hingga 5 ekor perkilonya.

Sangat menguntungkan bukan cara budidaya belut yang satu ini? Untuk harga yang harus Anda tawarkan, Anda bisa menyesuaikannya dengan harga pasar. Anda bisa menjualnya di pasar ikan atau tetangga sebelah rumah.

Bagaimana? Sangat mudah bukan cara budidaya belut yang satu ini? Anda hanya tinggal memperhatikan beberapa langkah di atas dengan baik dan jangan lupa untuk tetap terus merawatnya sembari memberikan pakan dengan nilai gizi.

Jadi, Anda tidak perlu bingung untuk mencari bisnis yang lainnya, karena hanya dengan tekun menjalankan budidaya belut dengan tekun Anda juga bisa meraup banyak keuntungan bahkan bisa membuka lapangan kerja. Semoga cara budidaya belut yang satu ini bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1
Butuh Konsultasi?
Penawaran Khusus?
Silahkan hubungi kami
Powered by