Bisnis Ikan Lele yang Mudah dan Praktis Bagi Para Pemula

Bisnis Ikan Lele yang Mudah dan Praktis Bagi Para Pemula

Melakukan budidaya ikan lele merupakan salah satu bisnis yang sedang banyak digandrungi oleh sebagian besar orang.

Apalagi untuk bisa ternak lele yang satu ini sangatlah mudah, Anda juga tidak membutuhkan banyak modal untuk bisa mengembangkan usaha yang satu ini. Jika Anda bisa lebih terampil dan tekun, bisnis yang Anda geluti pun bisa lebih sukses.

Ditambah lagi, kandungan nutrisi yang ada di dalam ikan lele sangat baik unutk kesehatan dan kecerdasan otak Anda.

Tak heran jika saat ini banyak orang yang mulai mengkonsumsi ikan lele sehari-hari sebagai lauk. Dengan banyaknya orang yang mulai mengonsumsi ikan lele, hal ini membuat permintaan ikan lele di pasar juga semakin besar.

Ini merupakan suatu peluang yang sangat baik bagi Anda untuk meraup keuntungan yang besar pula.

Lalu, bagaimana cara bisnis ternak lele terutama bagi Anda para pemula yang baru akan memulai bisnis yang satu ini? Nah, tidak perlu bingung karena Anda bisa melakukan beberapa cara bisnis ternak lele seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Memanfaatkan Kolam Terpal

Mengapa harus menggunakan kolam terpal? Hal ini karena kolaam terpal memiliki harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membuat kolam beton ataupun kolam tanah. Selain itu, pembuatan kolam terpal juga lebih cepat. Selain itu, dengan penggunaan kolam terpal, ikan lele bisa menjadi lebih aman dari ikan pemangsa lainnya. lalu.

Apakah ada kelebihan lain dari penggunaan kolam terpal untuk bisnis ternak lele? Berikut penjelasannya.

  • Lebih mudah bagi Anda untuk mengatur volume dan tinggi air
  • Harga yang jauh lebih murah bisa membantu Anda untuk berhemat
  • Cara pembuatannya yang mudah dan cepat
  • Terbebas dari kontaminasi tanah sehingga ikan lele yang Anda budidayakan lebih bersih dan sehat.

Memilih Benih Terbaik

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan saat akan membudidayakan ikan lele yang satu ini adalah dengan memilih benih ikan yang unggul. Tentu saja, dengan Anda memilih benih ikan terbaik hal tersebut dapat membantu sekitar 50% untuk bisa mendapatkan benih ikan dengan kualitas tinggi.

Saat Anda akan memilih benih ikan lele yang satu ini, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, seperti pilihlah benih dengan ukuran yang sama, memiliki sifat agresif serta gesit, pilih juga lele dengan warna yang lebih terang. Dengan memilih benih terbaik, hal tersebut dapat memaksimalkan kualitas lele yang bisa Anda dapatkan.

Baca Juga: 

Perhatikan Kualitas Air

Meski bisnis ternak lele yang satu ini bisa dibilang cukup mudah, akan tetapi jika Anda tidak tahu caranya maka Anda bisa membuatnya menjadi gagal panen. Salah satunya yaitu pada kualitas air yang harus digunakan. Kualitas air dari ikan lele bisa dibilang cukup berbeda jika dibandingkan dengan ikan lainnya.

Dimana ikan lele lebih menyukai untuk tinggal di air yang keruh namun bukan berarti kotor. Ikan lele bernapas dengan menggunakan labirin, hal inilah yang membuatnya memerlukan sedikit oksigen untuk bernapas. Anda bisa menambahkan berbagai tanaman seperti eceng gondok dan talas untuk membuat kolam tampak lebih keruh.

Warna hijau pada kolam merupakan warna baik yang menandakan bahwa ikan lele sedang berkembang. Sedangkan untuk warna merah hal tersebut berarti ikan lele siap untuk dipanen.

Pastikan Dengan Baik Ketinggian Kolam Air

Dalam melakukan bisnis ternak lele yang satu ini, ada beberapa hal penting yang tidak boleh untuk Anda lewatkan begitu saja. Sama halnya dengan mengatur kualitas air. Mengatur ketinggian air juga dapat berpengaruh pada kualitas benih yang dapat dihasilkan. Jumlah air yang ada di dalam kolam tentunya akan terus menyusut karena adanya penguapan yang disebabkan oleh panas sinar matahari.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa menggunakan air setinggi 20cm pada bulan pertama, lalu ditambah menjadi 40cm pada bulan kedua dan ditambah lagi menjadi 80cm pada bulan ke 3.

Berilah Pakan Ikan Lele yang Terbaik

Bagi Anda yang ingin bisnis ternak lele dengan kualitas ikan yang sangat unggul, Anda wajib untuk memberikan pakan terbaik yang kaya gizi bagi ikan lele. Pelet atau sentrat merupakan salah satu makanan terbaik yang bisa dikonsumsi oleh ikan lele.

Akan tetapi, harganya yang lebih mahal membuat beberapa pembudidaya tidak bisa menggunakannya secara terus menerus. Apalagi kebutuhan makan ikan lele sebanyak 3 hingga 4 kali setiap harinya.

Namun, ada alternatif makanan yang bisa Anda manfaatkan seperti ikan kecil, kroto (anakan kerangkang), cacing, ayam mati dari peternak sebagai pakan alami ikan lele. Kandungan gizi yang ada di beberapa pakan alami ikan lele tersebut juga tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele.

Baca Juga: Cara Tepat Budidaya Kolam Ikan Nila Untuk Mendapatkan Keuntungan yang Berlipat Ganda

Panen Ikan Lele

 

Masa panen ikan lele pada umumnya selama 90 hari atau 3 bulan lamanya. Jika sudah waktunya, maka Anda bisa memilih ikan yang sudah siap panen dan memisahkan ikan yang belum siap untuk dipanen agar bisa dibudidayakan lagi. Sebelum menjualnya ke pasar, sortir ikan lele yang layak jual dengan ikan lele yang akan dikonsumsi sendiri.

Nah, Anda juga bisa menyetor ikan lele ke beberapa tempat makan ataupun restoran. Tentunya, keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga lebih banyak. Apabila Anda merasa waktu 3 bulan terlalu lama untuk panen ikan lele, Anda bisa membudidayakan ikan lele dengan jenis sangkuriang yang memiliki masa panen hanya 2 bulan saja.

Sangat mudah bukan untuk bisnis ternak lele yang satu ini. Anda tidak usah khawatir jika Anda tidak berbakat untuk melakukan bisnis ternak lele tersebut. Hal ini karena Anda bisa mencari berbagai tips untuk bisa sukses bisnis ternak lele di internet.

Nah, jika Anda ingin melakukan bisnis ikan lele dengan cara yang berbeda, Anda bisa melalukan budidaya ikan lele organik. Tentu saja, budidaya yang satu ini cukup berbeda dengan budidaya ikan lele sebelumnya. Dimana pakan dan sarana kolam diberikan perhatian khusus serta ditambah probiotik untuk membantu pertumbuhan ikan lele tersebut.

Penambahan probiotik pada ikan lele memberikan banyak sekali manfaat, seperti hasil ikan yang jauh lebih unggul dengan tekstru daging yang halus dan ikan lebih panjang.

Anda bisa menghemat pakan ikan lele jika ditambahkan dengan probiotik di dalamnya. Nafsu makan meningkat dan membuat ikan menjadi lebih sehat.

Selain itu, air kolam juga tidak berbau sehingga ramah lingkungan. Tentu saja akan ada banyak sekali manfaat dari bisnis ternak lele terbaru yang satu ini.

Nah, jika Anda bingung mencari probiotik Anda bisa membelinya di beberapa toko ikan atau Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan cara difermentasikan agar makanan bisa lebih mudah di cerna oleh ikan.

Cara bisnis ternak lele yang satu ini merupakan cara budidaya ikan lele yang telah dikembangkan beberapa tahun terakhir dan terbukti bisa menghasilkan kualitas yang unggul.

Inilah Alasan Mengapa Anda Perlu Melirik Budidaya Lele Bioflok

Inilah Alasan Mengapa Anda Perlu Melirik Budidaya Lele Bioflok

Sudah menjadi rahasia umum jika memulai usaha budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan usaha baru yang dapat dilakukan oleh siapa saja asal memiliki tekad, niat dan juga modal usaha tentunya.

Namun Anda juga jangan terlalu khawatir karena modal yang Anda butuhkan untuk memulai budidaya ikan lele tidak terlalu merogoh kantong Anda kok dan tentunya jika Anda berhasil telaten, maka iming-iming keuntungan yang lumayan tinggi tidak lagi menjadi angan semata.

Saat ini yang sedang trend di kalangan masyarakat adalah budidaya lele bioflok. Sebuah konsep budidaya baru yang menekankan pada unsur pakanan ikan lele.

Nah kabar gembiranya budidaya lele bioflok ini ternyata dapat menekan modal biaya karena menggunakan istilah makanan ‘herbal’ dan bukan makanan pabrikan.

Dalam prinsip budidaya lele bioflok penggunaan bahan pakan ‘herbal’ seperti bahan pangan yang terdiri dari campuran ampas tahu, bekatul, bawah putih dan sebagainya pada intinya mempunyai maksud untuk mencegah serangan hama dan virus dan membuat daya tahan fisik ikan semakin sehat dan kuat.

Nah bioflok sendiri berdasar dari kata ‘bios’ yang berarti kehidupan dan ‘flock’ yang memiliki arti yaitu gumpalan. Maksudnya kurang lebih adalah gabungan dari bermacam organisme seperti protozoa, bakteri, ragi dan mikroba kecil lainnya yang tergabung dan menjadi gumpalan.

Hal tersebut masuk dalam prinsip budidaya lele bioflok karena tidak hanya menambahkan makanan herbal namun juga menambahkan beberapa organisme hidup (probiotik) yang berperan sebagai tambahan pakan ikan lele yang alami dan dapat menjaga kualitas air di dalam kolam sehingga ikan lele lebih sehat lagi.

Bagaimana? Apakah Anda mulai tertarik ingin mencoba budidaya lele bioflok di rumah masing-masing? Jika iya, inilah beberapa alasan kenapa sih Anda harus melirik budidaya lele bioflok sebagai usaha baru Anda, yuk simak!

Baca Juga: 

1. Lebih Menghemat Pakan Ikan Lele

Seperti yang telah dituliskan beberapa informasi di atas mengenai sistem budidaya bioflok. Maka sudah jelas jika budidaya lele bioflok ini dapat menghemat anggaran dalam hal pakan ikan lele, karena Anda dapat menggunakan pakan herbal kepada ikan lele. Sehingga Anda tak perlu lagi langganan pakanan pabrik yang lumayan merogoh kocek Anda.

Namun meskipun demikian Anda harus tetap memberikan treatment khusus seperti rajin memberikan vitamin dan vaksin agar kebal terhadap bakteri dan penyakit. Bisa kebayang kan kalau misalnya banyak ikan lele yang mati karena kurangnya perawatan vaksin dan vitamin? Bisa-bisa bisnis budidaya ikan lele Anda akan cepat gulung tikar.

2. Lebih Menghemat Air Dalam Kolam

Jika dalam budidaya ikan lele konvensional Anda harus sesering mungkin mengganti air agar ikan lele di dalamnya merasa nyaman dan tidak stress. Kali ini ada yang berbeda dengan budidaya lele bioflok, justru yang Anda butuhkan adalah bakteri di dalam kolam air yang selanjutnya diubah sebagai nutrisi yang baik untuk ikan lele.

Sehingga akan menimbulkan kemungkinan yang kecil untuk sesering mungkin mengganti air kolam.

Baca Juga:

3. Solusi Cerdas Untuk Lahan Sempit

Nah bagi Anda yang memang tidak memiliki cukup lahan untuk memulai budidaya lele bioflok ini maka Anda sangat direkomendasikan memilih teknik budidaya lele bioflok ini.

Selain itu ikan lele dapat hidup dalam kolam padat, sebagai contoh perbandingan, jika model kolam satu meter kubik biasanya  hanya mampu diisi paling penuh 50 ekor ikan lele, maka lain lagi pada kolam bioflok Anda dapat mengisinya dengan penuh sekitar 500 ikan lele. Pilihan yang jitu bukan?

Memang untuk memulai bisnis saat ini selain modal yang dibutuhkan adalah bagaimana Anda dapat memutar otak dengan baik dan selalu menyesuaikan peluang dan kesempatan yang ada. Nah, jika Anda memang berminat melakoni budidaya lele bioflok maka hal pertama yang perlu Anda persiapkan adalah akat dan bahan membuat kolam terpal sebagai tempat tinggal ikan lele.

Berikut adalah alat dan bahan yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu diantaraya adalah:

  • Terpal besar dengan ukuran sesuai lahan yang Anda siapkan
  • Terpal talang ukuran menyesuaikan
  • Besi Wire-mesh berdiameter minimal 7mm dengan panjang besi 5,4 m dan lebar besi  2,1 m
  • Paralon berjumlah dua buah
  • Siapkan juga las listrik
  • Kabel ties/ripet secukupnya
  • Terpal atap (opsional) namun lebih baik jika ada atapnya
  • Paralon

Setelah berhasil mempersiapkan alat dan bahan. Maka berikut ini adalah tutorial atau cara membuat kolam terpal untuk budidaya ikan bioflok, yuk simak!

  1. Pertama silahkan potong besi wire-mesh yang telah dipersiapkan menjadi dua bagian sama panjang.
  2. Lalu langkah selanjutnya mulai gabungkan 2 besi wire-mesh tadi menggunakan las listrik.
  3. Kemudian Anda dapat memulai membuat rangka kolam ikan lele dengan menyatukan kedua ujung besi wire-wesh sehingga nantinya berbentuk bulat.
  4. Carilah sebuah lahan yang sesuai dan tempatkan kerangka kolam ikan lele di tempat tersebut. Lalu jangan lupa untuk membuat saluran pembuangan yang ada pada bagian tengah kerangka kolam ikan lele.
  5. Langkah selanjutnya adalah meletakkan pipa PVC pada lubang saluran yang baru saja di buat.
  6. Jangan lupa untuk memasang karpet talang pada sisi-sisi yang dimiliki kerangka kolam Anda dan ikat dengan kabel ties.
  7. Kemudian pasanglah terpal yang sesuai dan rapi pada kerangka kolam berbentuk bulat tadi.
  8. Sertakan penutup kolam jika Anda telah berhasil membuatnya (opsional).
  9. Kolam ikan lele untuk budidaya lele bioflok sudah dapat digunakan semestinya.

Nah langkah selanjutnya adalah persiapan penebaran bibit ikan lele dalam kolam terpal. Ingat ya jika Anda menginginkan hasil ikan lele yang sehat dan maksimal maka dalam pemilihan bibitnya juga carilah bibit ikan lele yang unggulan dan paling baik jenisnya.

Penebaran bibit ini dapat Anda lakukan setelah air di dalam kolam terpal sudah matang serta membentuk flok yaitu dengan cara menambahkan beberapa probiotik di dalamnya dengan ukuran air yang pas dan tidak terlalu banyak. Lalu aduk selama 24 jam atau lebih dengan terus menerus menggunakan alat bantuan yaitu aerator.

Setelah air benar-benar sudah matang dan sudah terdapat beberapa flok protein di dalamnya maka Anda dapat mulai menebar benih ikan lele namun juga Anda tetap harus melakukan pengecekan pH air dalam kolam terlebih dahulu sampai pH netral.

Ada tips untuk Anda saat menebar bibit ikan lele lebih baik melakukannya pada pagi hari yaitu sekitar jam 5 pagi karena kondisi air sedang sejuk-sejuknya.

Setelah itu jangan lupa untuk terus memantau dan merawat ikan lele dalam kolam terpal dengan cara memberikan pakanan secara rutin serta memberikan vaksin dan vitamin.

Jika Anda telaten maka dalam waktu kurang lebih 2 bulan, malah bisa cepat dari itu Anda sudah dapat merasakan panen ikan dan mendapat keuntungan jutaan rupiah. Jadi tunggu apalagi?

Nah di atas adalah beberapa alasan kenapa sih Anda harus memulai bisnis baru yaitu budidaya lele bioflok? Semoga tulisan di atas dapat membantu menjawab. Selain itu juga terdapat tutorial membuat kolam terpal untuk ikan lele beserta perawatannya yang mungkin akan Anda butuhkan nantinya.

Jadi, ayo bulatkan tekad Anda dan mulailah mengumpulkan modal usaha yang tak seberapa demi mendapatkan keuntungan fantastis dari budidaya lele bioflok. Selamat mencoba, goodluck!

Bingung Cara Budidaya Belut yang Praktis dan Mudah? Yuk, Simak Pembahasannya Di Bawah Ini

Bingung Cara Budidaya Belut yang Praktis dan Mudah? Yuk, Simak Pembahasannya Di Bawah Ini

Cara Budidaya Belut – Saat ini, banyak orang yang lebih memilih untuk berbisnis dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini karena jika bisnis dilakukan dengan tekun dan pantang menyerah, bisnis dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak. Tak heran, banyak orang yang mulai menjalankan bisnis untuk bisa meraup banyak keuntungan.

Salah satu bisnis yang dianggap dapat memberikan banyak sekali keuntungan ialah budidaya belut.

Siapa yang tak kenal dengan hewan licin yang satu ini? Hewan air tawar yang satu ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh Anda seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B dan vitamin C.

Tentunya dengan berbagai macam kandungan nutrisi baik yang ada di dalamnya, hal ini membuat belut banyak disukai oleh sebagian besar orang.

Dengan peluang yang sangat baik tersebut, tentu saja hal ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ditambah lagi, cara budidaya belut juga sangat mudah untuk Anda lakukan.

Nah, Anda bisa memperhatikan beberapa langkah mudah budidaya belut di bawah ini:

Sarana Untuk Ternak Belut

1. Drum/Tong

Anda bisa menggunakan drum atau tong bekas untuk membudidayakan belut. Akan tetapi, untuk membuat kolam dari tong Anda harus melakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Bersihkan bagian dalam drum/tong hingga benar-benar bersih
  • Buatlah lubang yang memanjang pada bagian sisi drum
  • Letakkan drum di tanah yang datar dan pasang pengganjal bagian kanan serta kiri drum agar tidak mudah terguling
  • Sebelumnya, Anda bisa membuat saluran pembuangannya terlebih dahulu
  • Setelah itu, pasang peneduh dari sinar matahari agar belut tidak kepanasan
  • Beri lapisan jerami pada bagian dasar drum dengan ketebalan 50 cm
  • Siram jerami menggunakan mikroorganisme stater dengan komposisi 1 liter per drumnya
  • Beri lapisan kompos atau pupuk kandang atau tanah humus setinggi 5cm
  • Tambahkan lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur dengan pupuk TSP 5kg
  • Masukkan air bersih, diamkan untuk tahap fermentasi sebelum dimasukkan belut selama 2 minggu

2. Kolam Terpal

Anda juga bisa menggunakan kolam terpal sebagai sarana budidaya belut. Untuk menjaga kualitas air, Anda bisa menggunakan sistem center drain ketimbang harus menggunakan pompa penyedot. Cara budidaya belut dengan center drain ini Anda hanya tinggal membuat kolam dengan bentuk mengerucut di tengah dan buatlah saluran pembuangan air pada bagian tengahnya.

Dengan menggunakan sistem ini, Anda hanya tinggal membuka pipa pembuangan untuk membersihkan kolam. Setelahnya, jika sudah bersih Anda bisa menambahkan air yang baru lagi.

Baca Juga: 

3. Bak Fiber

 

Anda juga bisa menggunakan bak fiber sebagai salah satu cara budidaya belut yang baik. Akan tetapi, dengan menggunakan bak fiber yang satu ini tentu saja biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar.

4. Bak Semen

Anda juga bisa menggunakan bak semen sebagai sarana permanen untuk budidaya belut. Akan tetapi, sama dengan bak fiber, harga yang harus Anda keluarkan juga cukup besar. Nah, untuk cara budidaya belut yang satu ini Anda bisa membuat sistem center drain agar lebih mudah dalam sistem pembuangan.

Baca Juga: 

Pilih Bibit Belut Terbaik

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah dengan memilih bibit belut. Tentu saja, dalam pemilihan bibit belut ini Anda harus memperhatikan beberapa hal penting agar bisa menghasilkan kualitas belut yang unggul. Lalu, apa sajakah hal yang harus Anda perhatikan saat memilih bibit belut?

1. Tubuh Belut Tidak Lemas Saat Dipegang

Cara budidaya belut yang baik ialah Anda harus memilih bibit yang tidak lemas atau lembek saat dipegang. Ini karena belut yang sehat memiliki tubuh yang keras.

2. Pilihlah Bibit Belut yang Bebas Dari Luka

Hal ini sangat penting untuk Anda perhatikan. Pastikan bahwa Anda memilih belut dengan tubuh yang bebas dari luka baik itu karena penyakit ataupun terkena goresan benda tajam. Hal ini karena dapat menular ke yang lainnya.

3. Pilihlah Belut yang Lincah

Tentu saja, belut yang sehat adalah belut yang lincah pergerakannya. Dengan memilih belut yang lincah, Anda bisa menghasilkan kualitas belut dewasa yang unggul nantinya.

Baca Juga: 

4. Ukuran Belut yang Seragam

Usahakan pada saat membeli bibit belut Anda memilih yang memiliki ukuran seragam. Jika ada belut yang memiliki ukuran lebih besar, hal tersebut bisa membuatnya lebih dominan sehingga membuatnya lebih banyak makan dan tumbuh lebih cepat.

Tebar Belut Dengan Jumlah yang Ideal

Cara budidaya belut selanjutnya ialah dengan menebar benih dengan ukuran yang ideal sesuai dengan luas kolam. Umumnya, agar bibit belut dapat berkembang dengan baik tebar benih 50 hingga 100 ekor/m2. Nah, agar belut terhindar dari stress dan membantu meningkatkan kualitas dari belut itu sendiri, tebarlah belut pada waktu pagi atau sore hari.

Untuk belut hasil dari tangkapan alam, sebaiknya dikarantina selama 1-2 hari lamanya dengan air bersih yang mengalir. Atur sirkulasi air seperti genangan sawah dan jangan membuat kolam yang terlalu dalam karena hal ini dapat membuat bibit belut lebih keras untuk mencapai permukaan sehingga membuatnya kurus. Anda bisa memberikan pakan kocokan telur selama dalam proses karantina tersebut.

Beri Pakan Selama Ternak Belut

Memberikan pakan merupakan salah satu cara budidaya belut yang sangat penting. Hal ini pastinya berkaitan dengan tumbuh kembang belut nantinya. Dalam memberikan pakan belut juga tidak boleh sembarangan. Dimana, Anda hanya cukup memberikan pakan sebanyak 5 hingga 20% dari bobot tubuh belut /harinya.

Untuk pakan belut itu sendiri, Anda bisa menggunakan ulat hongkong, keong mas/sawah, lambung katak, berudu (kecebong), anakan ikan mas, ikan guppy, ikan cithol, ikan cere, cacing lumbricus, cacing lor, cacing merah dan masih banyak yang lainnya. Beri pakan saat sore hari karena belut biasanya mencari mangsa pada sore atau malam hari.

Pemanenan Belut

Untuk bisa membudidaya belut agar siap dipanen Anda hanya membutuhkan waktu selama 3 – 4 bulan lamanya. Tentunya, proses yang satu ini bisa dibilang sangat cepat. Jika Anda dapat merawatnya dengan baik Anda bisa mendapatkan bobot rata-rata belut 3 hingga 5 ekor perkilonya.

Sangat menguntungkan bukan cara budidaya belut yang satu ini? Untuk harga yang harus Anda tawarkan, Anda bisa menyesuaikannya dengan harga pasar. Anda bisa menjualnya di pasar ikan atau tetangga sebelah rumah.

Bagaimana? Sangat mudah bukan cara budidaya belut yang satu ini? Anda hanya tinggal memperhatikan beberapa langkah di atas dengan baik dan jangan lupa untuk tetap terus merawatnya sembari memberikan pakan dengan nilai gizi.

Jadi, Anda tidak perlu bingung untuk mencari bisnis yang lainnya, karena hanya dengan tekun menjalankan budidaya belut dengan tekun Anda juga bisa meraup banyak keuntungan bahkan bisa membuka lapangan kerja. Semoga cara budidaya belut yang satu ini bermanfaat untuk Anda.

Cara Pembuatan Kolam Terpal Lele dan Tips Sukses Bagi Pemula

Cara Pembuatan Kolam Terpal Lele dan Tips Sukses Bagi Pemula

Mungkin sebagian besar dari Anda pernah terbersit keinginan untuk melakukan usaha dengan modal yang tak seberapa dan usaha yang dapat dilakukan sendiri dalam artian tidak membutuhkan pegawai.

Saat ini hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, ada berbagai jenis usaha yang dapat di rintis sendiri seperti salah satunya yang sedang banyak di gandrungi masyarakat adalah budidaya ikan lele.

Budidaya ikan lele dapat dikatakan gampang-gampang susah, pasalnya Anda juga perlu belajar bagaimana budidaya ikan lele yang baik dan juga mempersiapkan modal usaha untuk membuat kolam ikan lele.

Salah satu cara menghemat anggaran Anda adalah dengan membuat kolam terpal lele, karena kolam terpal lele di percaya menjadi opsi jitu saat lahan yang Anda miliki tidak terlalu luas dan juga selain itu kolam terpal lele mudah dalam proses pembuatannya.

Nah, ada dua jenis kolam terpal lele yang perlu Anda ketahui dan bagaimana cara membangunnya. Yuk simak!

1. Dibangun Di Atas Permukaan Tanah

Membangun sebuah kolam terpal lele di atas permukaan tanah merupakan salah satu opsi yang dapat Anda lakukan saat akan memulai budidaya ikan lele. Hal-hal yang harus Anda perhatikan dan perispkan adalah konstruksi yang harus menggunakan kerangka.

Hal yang anda butuhkan untuk memulai membuat kerangka adalah dengan cara membuatnya dari bambu, pilihlah bambu yang kuat sebagai penyangga terpal dan segala isi kolam nantinya. Kolam jenis ini tidak memerlukan penggalian sama sekali, hanya membutuhkan kerangka yang akan dilapisi oleh terpal yang juga berbahan baik dan memiliki kualitas unggul agar tidak mudah rusak dan tidak bocor nantinya.

Dalam hal ukuran, rata-rata kolam terpal lele yang di bangun di atas permukaan tanah sekitar 4 x 5 x 1 meter.

Baca Juga: 

2. Dibangun Di Dalam Tanah

Cara pembuatan kolam terpal lele yang lain adalah dengan membangun kolam lele di dalam tanah. Tentunya Anda membutuhkan tenaga extra untuk menggali atau melubangi tanah sebagai tempat keseluruhan terpal

Ada dua teknik yang sering dipakai yaitu jika Anda menginginkan terpal masuk penuh ke dalam tanah maka Anda harus mengikat dengan pasak atau penguat yang lain di sepanjang tepian kolam terpal lele. Namun jika Anda berencana membuat hanya sebagian saja terpal yang masuk ke dalam tanah, maka Anda tetap harus membuat kerangka kecil untuk melindungi kolam.

Nah bagaimana, cukup mudah kan? Apakah Anda sudah memiliki gambaran di benak untuk memulai budidaya ikan lele? Jika iya maka ada juga beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memulai usaha budidaya ikan lele.  Ada dua hal paling penting yang perlu Anda perhatikan saat akan ternak lele, diantaranya adalah sebagai berikut:

Letak Kolam Terpal Lele

Ikan lele cukup mudah dibudidayakan karena ikan lele dapat tumbuh di berbagai jenis tempat. Namun meskipun demikian Anda harus tetap memperhatikan bagaimana kondisi dan tingkat keasaman yang dimiliki di area sekitar.

Karena tingkat keasaman (Ph) yang paling baik untuk ternak lele adalah pada kisaran Ph 7-8. Selain itu kebersihan kolam juga mempengaruhi tingkat kenyamanan ikan lele.

Suhu

Hal penting yang perlu Anda ingat juga suhu dalam kolam terpal lele dan area sekitarnya. Yang perlu diketahui Ikan lele dapat hidup dalam suhu sekitar 27-32oC.

Sedangkan apabila terjadi suhu yang rendah maka bisa-bisa hal tersebut dapat mengganggu  proses pencernaan pada ikan lele, dan sebaliknya jika suhu tinggi maka ikan lele dapat memproses makanan dalam pencernannya dengan waktu lebih cepat.

Setelah mengetahui dua unsur yang sangat perlu diperhatikan saat akan memulai budidaya ikan lele, Anda juga perlu mengetahui tentang beberapa penyebab gagalnya ternak ikan lele yang tentunya tidak Anda inginkan.

Jadi, yuk simak beberapa penyebab gagalnya budidaya ikan lele di bawah ini

Kolam terpal lele dalam kondisi terbuka

Dengan kondisi terbukanya kolam terpal lele, dapat membiarkan predator seperti kadal dan lain-lain masuk dan menganggu ikan lele. Jadi alangkah lebih baik jika Anda selalu melakukan pengawasan extra atau membuat penutup kolam.

Dasar Kolam Rendah

Dalam pembuatan kolam terpal lele, hal yang juga mempengaruhi dalam proses perkembangbiakan ikan lele adalah kedalaman kolam. Jika kolam di buat semakin dalam maka kemungkinan predator menyerang sangat tipis dan sebaliknya. Predator tentu saja akan merugikan Anda sebab mayoritas datang saat masa panen ikan lele tiba.

Bibit Lele yang Memiliki Kualitas Buruk

Ketika Anda memutuskan untuk membeli bibit lele, pilihlah bibit lele yang unggul dan terbaik. Pasalnya jika Anda keliru memilih bibit ikan lele yang buruk maka akan berakibat pada perkembangbiakan selanjutnya. Ikan lele banyak yang mati karena lemah dan tentunya dapat merugikan usaha budidaya ikan lele Anda.

Pakan yang Tidak Terkontrol

Ikan lele membutuhkan kontrol makanan yang tersistem dengan baik. Apalagi saat akan mendekati masa panen. Maka Anda harus sering-sering mengontrol waktu dan jenis makanan ikan lele.

Suasana Ramai dan Bising

Siapa bilang hanya manusia yang bisa merasakan stress? Hewan juga bisa merasakannya termasuk ikan lele. Ikan lele bisa melalui fase stress jika mendengar terlalu banyak kebisingan, bisa-bisa ikan lele malas untuk makan dan pada akhirnya berakibat fatal yaitu meninggalnya ikan lele dalam jumlah yang massive.

Lele Kanibal

Tidak meratanya ukuran ikan lele dalam satu kolam ternyata dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal, seperti banyaknya ikan lele yang menjadi kanibal. Ikan lele berukuran besar jika sedang lapar maka dengan mudah dapat menjadikan ikan lele yang ukurannya lebih kecil sebagai santapannya.

Sehingga solusinya akan lebih baik jika Anda mengklasifikasikan ukuran lele yang sama tiap kolamnya untuk mencegah kejadian lele kanibal.

Penyakit dan Virus

Jika penyakit sudah menjangkit seekor ikan lele maka bisa-bisa ikan lele dalam satu kolam yang sama akanmengalami hal serupa, seperti bintik putih dalam kulit ikan lele dan penyakit dengan ciri yang lain. Hal tersebut dapat membuat kematian ikan lele dalam jumlah banyak dan tentu saja akan memberikan dampak kerugian yang lumayan besar bagi Anda.

Bangkai Ikan Lele

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika terdapat bangkai ikan lele dalam kolam terpal lele Anda adalah dengan tindakan langsung membuangnya. Pasalnya bangkai ikan lele tidak bisa dibiarkan berlama-lama di dalam kolam dan bercampur dengan ikan lele yang lain. Karena hal tersebut dapat membuat stress ikan lele yang masih bertahan hidup.

Nah di atas adalah beberapa pengetahuan tentang cara pembuatan kolam terpal lele dan beberapa tips agar Anda dapat sukses memulai usaha budidaya ikan lele.

Kunci utama dalam memulai budidaya ikan adalah niat dan tekad sepenuh hati serta siap mempelajari hal baru tentang pengetahuan ikan lele untuk menghadapi beberapa kondisi-kondisi buruk yang akan datang kedepannya.

Selamat mencoba dan good luck!

13 Cara yang Tepat Untuk Budidaya Ikan Air Tawar

13 Cara yang Tepat Untuk Budidaya Ikan Air Tawar

Ikan merupakan salah satu makanan yang banyak mengandung nutrisi baik bagi tubuh Anda. Bahkan, pemerintah juga telah menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi ikan untuk membantu meningkatkan kualitas otak. Tak heran, jika saat ini kebutuhan ikan di masyarakat jauh lebih tinggi.

Hal tersebutlah yang pada akhirnya membuka peluang bagi para wirausaha untuk mulai membudidayakan ikan, terutama ikan air tawar. Apalagi, budidaya ikan air tawar juga sangat mudah untuk Anda lakukan. Bahkan, jika Anda tidak memiliki modal yang cukup banyak Anda tetap saja bisa melakukan budidaya ikan air tawar yang satu ini.

Anda bisa melakukan budidaya ikan bawal, ikan nila, ikan lele dan yang lain sebagainya. Nah, bagi Anda yang sudah penasaran dengan cara budidaya ikan air tawar yang baik dan benar, berikut pembahasannya untuk Anda.

1. Lahan Terbaik Untuk Budidaya Ikan

Salah satu cara untuk budidaya ikan air tawar agar cepat panen ialah dengan membuat lahannya terlebih dahulu. Dengan mempersiapkan lahan sebaik-baiknya, hal tersebut dapat membantu pertumbuhan ikan dengan sangat baik.

Untuk pemilihan jenis kolam yang akan Anda gunakan, Anda bisa memilih kolam beton, kolam tanah ataupun kolam terpal. Namun, Anda juga bisa menggunakan aquarium sebagai sarana perkembangbiakan bibit yang akan Anda besarkan.

Namun, bagi Anda yang memiliki modal tidak cukup banyak, Anda bisa memanfaatkan kolam terpal yang memiliki harga lebih murah jika Anda harus membuat kolam beton.

Selain itu, hasil panen nantinya juga memiliki kualitas yang sama asal dibudidayakan dengan baik. Pilihlah terpal yang kuat dan tebal agar tidak mudah bocor saat dijadikan sebagai kolam.

Baca Juga: 

2. Pilih Benih yang Unggul

Langkah selanjutnya yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan saat budidaya ikan air tawar adalah dengan memilih benih yang unggul. Pilihlah benih yang sehat dan terbebas dari penyakit.

Dengan memilih benih yang unggul hal tersebut dapat membantu untuk mempercepat waktu panen yakni 20% hingga 30%.

Ada 2 cara yang bisa Anda lakukan pada saat memilih bibit yang unggul. Cara pertama,  Anda bisa membelinya secara langsung dari toko ikan yang menjual dan mengembangbiakkan bibit unggul. Untuk cara kedua, Anda bisa melakukan perkembangbiakan sendiri dari perkawinan indukan yang unggul.

3. Memilih Pakan Terbaik

Agar bisa membantu ikan tumbuh besar dengan cepat, memilih pakan terbaik merupakan salah satu hal yang tidak boleh untuk Anda lewatkan. Dengan memilih pakan terbaik, hal ini dapat membantu ikan agar bisa lebih cepat panen.

Pilihlah pakan ikan yang mengandung banyak nutrisi untuk perkembangan ikan itu sendiri. Bahkan, Anda juga bisa membuat pakan ikan sendiri dengan beberapa bahan organik yang ditambah dengan probiotik untuk hasil yang lebih memuaskan.

4. Beri Extra Makanan atau Vitamin

Agar budidaya ikan air tawar bisa lebih cepat dan menghasilkan ikan dengan kualitas yang unggul, cara terbaik yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan extra makanan atau vitamin. Dengan demikian, hal ini dapat membantu ikan tidak lemas dan bisa tumbuh lebih cepat.

5. Perhatikan Lingkungan Pembudidayaan

Salah satu cara yang budidaya ikan air tawar yang satu ini biasanya diabaikan oleh sebagian besar orang. Lingkungan yang mendukung rupanya sangat berpengaruh untuk bisa menghasilkan ikan dengan kualitas terbaik.

Lingkungan terbaik dan mendukung yang dimaksud ialah mengenai ketinggian lokasi kolam yang dihitung dari atas permukaan air laut dan suhu air.

Baca Juga: Kiat Sukses Budidaya Udang Vaname Di Kolam Terpal

6. Menentukan Suhu Air yang Tepat

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menentukan suhu air yang tepat bagi budidaya ikan. Seperti yang telah disinggung di atas, bahwa suhu air juga mempengaruhi pertumbuhan ikan.

Dengan suhu air yang baik dan benar dalam membudidayakan ikan air tawar, tentu saja hal ini dapat menghasilkan ikan dengan kualitas terbaik. Nah, agar bisa menghasilkan ikan dengan kualitas unggul, suhu antara 25 hingga 30 derajat celcius merupakan suhu yang tepat untuk budidaya ikan air tawar.

7. Penebaran Benih

Jika semua persiapan yang dibutuhkan sudah siap, maka langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menebarkan benih ke dalam kolam. Namun, agar ikan bisa terbiasa saat berada di dalam kolam, lepaskan terlebih dahulu benih ikan ke dalam sebuah tempat yang memiliki suhu air yang sama dengan kolam yang akan ditempati.

Hal ini bertujuan agar ikan dapat beradaptasi dengan suhu dan kadar oksigen yang ada di dalamnya. Hal tersebut juga bermaksud untuk meminimalisir tingkat stress, dimana stress dapat menghambat pertumbuhan ikan itu sendiri.

8. Beri Takaran Ikan yang Tepat

Agar ikan bisa tumbuh lebih sehat, memberikan pakan ikan dalam jumlah yang besar merupakan hal yang salah. Justru, dalam budidaya ikan air tawar Anda juga harus membatasi pemberian pakan. Dimana pakan yang baik yakni sekitar 3% hingga 4% dari bobot ikan itu sendiri.

9. Pengelolaan Air

Pengelolaan air kolam juga menjadi salah satu hal penting yang wajib untuk Anda lakukan. Kebanyakan orang akan membiarkan air yang ada di kolam pada waktu pengisian hingga masa panen merupakan hal yang salah besar. Ini karena setiap kolam memiliki fasilitas dan faktor yang berbeda-beda.

Perhatikan juga kebersihan kolam dari pencemaran, sampah, dedaunan yang jatuh atau lain sebagainya. Dengan memantaunya secara rutin, hal tersebut dapat membantu untuk pertumbuhan ikan yang lebih baik.

10. Pencegahan Dari Hama Penyakit

Salah satu faktor yang membuat budidaya ikan air tawar gagal ialah datangnya hama penyakit yang dapat menyerang ikan terutama ikan yang masih muda dan membuatnya menjadi lebih cepat mati. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan yang satu ini ialah dengan mengganti air kolam secara rutin dan terus memantau kebersihan dari kolam itu sendiri.

11. Memberikan Vitamin Dalam Jumlah yang Tepat

Jika tadi sudah dibahas tentang pemberian makanan extra atau vitamin untuk ikan, ternyata dalam memberikannya juga tidak boleh sembarangan. Berilah vitamin atau vaksin ikan untuk mencegah datangnya penyakit pada waktu dan jumlah yang tepat.

12. Memisahkan Ikan yang Terkena Penyakit

Langkah yang satu ini harus cepat dilakukan apabila ada ikan yang terjangkit penyakit. Karena jika tidak cepat dipisahkan hal tersebut mengakibatkan banyak ikan yang tertular dan akhirnya menyebabkan gagal panen.

13. Mengobati Ikan yang Terkena Penyakit

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan mengobati ikan yang terkena penyakit. Anda bisa membeli obat di beberapa toko ikan. Pastikan dulu masalah dan penyakit yang diderita, apakah itu disebabkan oleh hama atau virus. Jika disebabkan oleh hama, maka Anda bisa menggunakan obat yang bisa ditaburkan di atas kolam.

Sebenarnya, masih ada banyak sekali cara budidaya ikan air tawar yang benar tepat agar bisa menghasilkan ikan dengan kualitas yang tinggi. Namun, beberapa cara di atas nampaknya sudah lebih dari cukup untuk bisa mendapatkan ikan dengan kualitas yang tinggi. Selamat mencoba.

Trik Jitu Memulai Peluang Usaha Jual Kolam Terpal

Trik Jitu Memulai Peluang Usaha Jual Kolam Terpal

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh banyak lautan. Adanya hal tersebut tentunya menjadikan Indonesia memiliki potensi lebih dibidang perikanan.

Hasil dari ikan laut Indonesia terbilang melimpah pada tiap tahunnya. Tak heran, Indonesia sampai masuk dalam deretan negara pengkespor hasil lautan berkualitas tinggi.

Hasil laut yang dikonsumsi sendiri maupun di ekspor memang cukup beragam. Tak hanya hasil ikan lautnya saja, bahkan budidaya ikan kolam terpal saat ini tengah banyak diminati sehingga bisnis jual kolam terpal untuk air tawar juga semakin meningkat.

Namun, pada musim penghujan hasil laut juga akan menurun karena banyak nelayan yang tidak berani melaut. Supaya kebutuhan ikan bisa terpenuhi dengan baik maka budidaya ikan dan jual kolam terpal bisa dijadikan solusi yang tepat.

Untuk jenis ikan tawar yang dihasilkan bisa beragam mulai dari lele, gurame, nila dan masih banyak lagi. Banyaknya permintaan masyarakat tersebut menjadikan budidaya ikan air tawar maupun jual kolam terpal pun semakin banyak diminati.

Dan berikut beberapa alasan yang membuat budidaya ikan terpal selalu mengalami peningkatan.

1. Permintaan Pasar yang Tinggi

Alasan kebanyakan orang melirik bisnis budidaya dan jual kolam terpal dilihat dari gaya hidup masyarakat yang mulai berubah pada tiap waktunya.

Perubahan tersebut terjadi misalnya pada masyarakat yang dulunya gemar mengonsumsi ikan laut. Namun untuk sekarang sudah berbeda karena banyak masyarakat yang gemar untuk mengonsumsi ikan air tawar.

Semakin hari, permintaan akan ikan air tawar pun semakin meningkat dan akhirnya kebanyakan orang pun akan melakukan budidaya ikan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar.

2. Budidaya Mudah

Walaupun dengan lahan yang tidak begitu luas, anda sudah bisa menjalankan bisnis budidaya dan juga jual kolam terpal yang menjanjikan. Tak hanya itu saja, yang membuat bisnis ini banyak dilirik kebanyakan orang karena perawatannya yang tidak terlalu sulit.

Anda hanya perlu mengontrol kebersihan kolam yang digunakan dan memastikan bahwa makanan yang diberikan berkualitas baik sehingga hasil yang didapatkan bisa berlimpah.

Nah, apabila Anda sedang bepergian pada daerah tertentu  tentunya tidak akan sulit untuk bisa menemukan tempat budidaya ikan tawar. Baik yang dikelola dalam kolam, tambak maupun keramba.

Baca Juga: 

3. Bisa Dipanen Berkali-kali

Apabila hasil laut akan menurun seperti sedang musim penghujan, maka lain halnya dengan bisnis budidaya ikan tawar. Ya, bisnis jual kolam terpal tidak mengenal musim sehingga bisa dilakukan kapan saja. Untuk itu, Anda bisa menikmati hasilnya setiap waktu dan biasanya dalam setiap tahunnya budidaya ikan tawar bisa dipanen maksimal 4 kali. Cukup menggiurkan bukan bisnis satu ini?

Untuk jenis ikan yang bisa dibudidayakan pun beragam yang antara lain:

Ikan Lele

Bisa dibilang, jenis ika satu ini memang menjadi primadona untuk masyarakat Indonesia karena mempunyai banyak peminat. Dari kalangan masyarakat kecil, menengah hingga orang kaya memang menyukai lauk satu ini.

Nah, apabila dulu Anda hanya bisa mengonsumsi ikan lele dirumah maupun dipinggir jalan, maka saat ini Anda bisa membudidayakannya sendiri.

Ya, sekarang banyak rumah makan maupun restoran mahal untuk menyediakan menu ikan lele. Biasanya, ikan satu ini disajikan dengan cara digoreng atau dibakar. Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan menu legendaris pecel lele dimana bahan utamanya adalah ikan lele.

Ikan Nila

Selain lele, budidaya ikan dan jual kolam terpal yang menjadi favorit masyarakat yaitu ikan nila. Mungkin ikan satu ini hanya bisa didapatkan di rawa atau sungai, namun seiring dengan berjalannya waktu budidaya ikan nila pun semakin banyak. Hal ini bisa dibuktikan dari banyaknya rumah makan yang menyediakan olahan satu ini.

Ikan Mas

Karena kemajuan dan perkembangan teknologi yang semakin maju, budidaya ikan dan jual kolam terpal pun mulai dilirik oleh banyak pihak. Jenis ikan satu ini telah naik kelas sehingga permintaannya selalu melejit.

Ikan Gurame

Ikan yang mempunyai ciri khas mempunyai daging yang super lembut ini memang menjadi menu andalan pada setiap restoran baik untuk kelas biasa maupun menengah. Tak heran, untuk harganya saja ikan satu bisa mencapai ratusan ribu. Anda bisa mencoba bisnis budidaya ikan gurame karena hasilnya pasti tidak akan mengecewakan.

Keunggulan Kolam Terpal Ikan Dengan Menggunakan Sistem Bioflok

Saat ini, penerapan kolam dengan memanfaatkan terpal menjadi cara yang banyak digunakan oleh pembudidaya ikan. Ya, budidaya ikan untuk jual kolam terpal juga bisa menjadi solusi terbaik bagi Anda yang ingin memulai bisnis satu ini meskipun lahan yang ada hanya terbatas.

Dengan menerapkan kolam terpal dengan sistem Bioflok terbukti sukses dalam menghasilkan panen yang berlimpah.

Sistem Bioflok sendiri merupakan sistem yang digunakan dalam budidaya ikan tanpa harus mengganti air sebagai kelebihannya. Sistem ini terdiri dari berbagai mikroorganisme seperti gumpalan organik, algae, metazo dan protozoa.

Mikroorganisme tersebut berguna untuk membantu dalam mengubah zat-zat yang tidak baik agar diubah menjadi protein yang bermanfaat untuk kesehatan ikan.

Untuk mengetahui keunggulan dalam menggunakan sistem Bioflok, simak ulasannya berikut ini:

1. Hemat Pakan

Salah satu keunggulan dalam melakukan budidaya ikan menggunakan sistem Bioflok yaitu akan hemat pakan. Hal ini dikarenakan mikroorganisme yang tumbuh pada kolam tersebut dapat mengubah kandungan zat-zat menjadi protein, sehingga pakan yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.

Itu artinya, sistem ini sangat cocok dilakukan oleh para pemula yang ingin membudidayakan ikan tawar dengan menggunakan modal yang tidak terlalu banyak.

2. Ramah Lingkungan

Dengan menggunakan sistem Bioflok maka Anda tidak perlu repot untuk mengganti airnya, sehingga akan sangat ramah lingkungan. Tak hanya itu saja, bahkan dengan menggunakan sistem Bioflok ini maka air tidak akan cepat berbau juga meninggalkan limbah kotor.

3. Produksi Melimpah

Pada sistem Bioflok maka akan banyak mikroorganisme dan Anda pun tak perlu sering mengganti airnya. Dengan Anda tak sering mengganti airnya, maka resiko kematian ikan pun juga bisa diminimalisir. Dengan begitu, maka produksi ikan Anda akan terus berlimpah.

4. Solusi Pada Lahan Sempit Atau Terbatas

Apalagi Anda tidak mempunyai lahan yang luas, maka budidaya ikan dan jual kolam terpal dengan sistem Bioflok ini bisa dijadikan solusi yang cocok. Jika dengan melakukan budidaya ikan dengan kolam biasa membutuhkan lahan yang besar, maka tidak dengan budidaya dengan media terpal. Bahkan bentuknya juga bisa bervariasi ada yang berbentuk kotak maupun bulat.

5. Hemat Air

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kelebihan sistem Bioflok adalah tidak perlu terlalu sering mengganti air, sehingga akan sangat menghemat penggunaan air itu sendiri. Dengan begitu pengeluaran biaya untuk membayar air bisa ditekan semaksimal mungkin untuk membeli kebutuhan yang lain seperti benih dan terpal.

Dengan mengetahui beberapa point penting mengenai jual kolam terpal di atas, tentunya dapat membantu Anda dalam memulai bisnis budidaya ikan tersebut. Jangan lupa, agar hasilnya panen bisa maksimal selalu jaga kebersihan dan lakukan pemberian pakan secara teratur.

Rahasia Cara Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Yang Tepat Agar Sukses. Ingin Coba?

Rahasia Cara Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Yang Tepat Agar Sukses. Ingin Coba?

Banyak jenis ikan yang dijumpai diperairan Indonesia, salah satunya yaitu ikan nila yang termasuk dalam ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, permintaan akan ikan air tawar terus meningkat setiap tahunnya baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk kebutuhan usaha warung makan.

Tak hanya dikonsumsi saja, bahkan banyak orang yang tertarik dengan bisnis budidaya ikan khususnya budidaya ikan kolam terpal sangatlah menjanjikan. Hal inipun diimbangi dengan perkembangan zaman yang semakin maju yang menjadikan cara budidaya ikan nila kolam terpal semakin mudah saja.

Nah, apabila Anda ingin mencoba bisnis satu ini, berikut beberapa point penting yang harus diperhatikan agar budidaya ikan Anda berjalan sukses:

1. Habitat dan Kebiasaan Hidup

Jenis ikan seperti ikan nila dan mujahir masuk dalam satu keluarga yang biasa hidup pada air tawar seperti rawa-rawa, sungai ataupun danau.

Karena biasa hidup di ditempat yang luas, maka ikan jenis ini pun bisa hidup pada kondisi air yang bersalinitas seperti di tambak.

Ikan nila bisa bertahan pada salinitas 0-35 ppt, namun ikan ini masih bisa hidup pada salinitas 31-35 ppt dengan pertumbuhan yang cenderung melambat.

Ketika Anda melakukan cara budidaya ikan nila kolam terpal, usahakan suhunya berkisar 25 sampai 20 derajat celcius.

Ikan nila akan mudah terganggu jika suhu kolam mencapai 14 derajat atau naik melebihi 38 derajat celcius.

Untuk itu, cara budidaya ikan nila kolam terpal yang tepat Anda lakukan yakni dengan membuat kolam pada ketinggian di atas 1000 mdpl dengan jumlah produksi maksimal 5 ton/ha per tahun yang bisa dicapai hanya pada ketinggian beberapa meter di atas permukaan laut.

Baca Juga:

2. Makanan dan Kebiasaan Makan

Di alam bebas, ikan nila biasanya memakan tumbuhan lunak seperti ganggang sutra, hidrila, klekap atau plankton. Sehingga, pemberian makan agar cara budidaya ikan nila kolam terpal yakni dengan memberikan pelet yang mengandung protein sebesar 25% supaya dapat tumbuh secara optimal.

Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa pada bangkai ikan nilai terdapat beragam jenis kandungan seperti Larva Chironomus, Soelastrum dan Dicitita. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan nila yang masih kecil suka memakan zooplankton seperti clodecora atau copepod.

Pada nila dewasa memiliki kemampuan untuk mengumpulkan makanan dengan menggunakan mucus atau lendir yang ada pada mulutnya. Makanan yang dikumpulkan tersebut akan membentuk gumpalan partikel sehingga tidak mudah keluar.

3. Kebiasaan Berkembang Biak

Cara budidaya ikan nila kolam terpal juga harus mempertimbangkan proses perkembangbiakan dimana alam ikan nila saat memijah lebih banyak terjadi saat turun hujan. Ketika memasuki umur 4 bulanan, umur ikan nila ini telah siap untuk melakukan pemijahan.

Biasanya induk jantan yang akan membuat sarang yang mirip dengan cekungan yang ada di dasar perairan berdiamater sekitar 30-35 cm. Kemudian, induk jantan akan menjemput pasangan betinanya agar bisa masuk ke dalam sarang yang sudah dibuat tersebut.

Kemudian, telur ikan nila akan terbentuk bulatan dengan warna kekuningan yang berdiamater sekitar 2,8 mm. Dan nila tersebut akan menghasilkan telur sebanyak 300 sampai dengan 1500 telur saat sekali memijah.

Lalu, induk betina akan mengerami telur melalui mulutnya dalam kurun waktu 6-7 hari. Selama masa pengeraman tersebut, induk betina terlihat kurus karena kurang mendapatkan asupan makanan. Saat menetas maka larva nila masih mempunyai kuning telur yang masih bisa hidup di dalam mulut induk betina.

Dan setelah 4-5 hari maka kuning telur tersebut akan habis terserap, sehingga larva sudah bisa berenang dan keluar dari mulut induknya.

Baca Juga: Cara Mudah Untuk Budidaya Lele Organik

4. Lokasi Untuk Kolam Terpal

Banyak keunggulan yang akan Anda dapatkan dengan memanfaatkan cara budidaya ikan nila kolam terpal ini, salah satunya yaitu bisa dilakukan pada lahan yang sempit. Lahan yang sempit maupun lahan yang minim air terutama pada daerah yang memiliki tekstur tanah berpasir. Ya, dengan melakukan budidaya kolam terpal ini menjadi salah satu terbaik untuk mengatasi minimnya lahan seperti pada daerah perkotaan.

Seperti diketahui bahwa kolam terpal berbeda dengan kolam konvensional atau kolam yang airnya mengalir deras. Untuk budidaya pada kolam terpal sumber airnya tidak harus berasal dari sumber utama.

5. Pertimbangan Teknis

Bisnis kolam terpal ini memang bisa dibangun pada berbagai lokasi termasuk pada halaman rumah, bekas garasi, maupun bekas kantor. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai cara cara budidaya ikan nila kolam terpal:

Sumber Air

Perhatikan sumber airnya baik itu berupa sumur, air PDAM, air hujan yang ditampung maupun air lain yang cocok untuk digunakan. Agar lebih bagus, maka air pada kolam terpal terdapat masukan dari air sungai, irigasi maupun waduk.

Ketinggian Lokasi

Perlu diketahui bahwa ketinggian lokasi berkaitan dengan suhu air. cara budidaya ikan nila kolam terpal sendiri memiliki ketinggian air yang tepat setinggi 0-500 m dpl.

Ukuran Kolam

Perhatikan pula tempat untuk pemeliharaan dimana hal tersebut berkaitan dengan kedalaman air. Sebagai contoh benih ikan nila cocok dibudidayakan pada kedalaman air sekitar 50 cm dengan ketinggian sekitar 60 cm. Sementara untuk proses pembesaran dengan menggunakan benih maka ukuran yang digunakan sekitar 20 – 30 gram per ekor dengan kedalaman sekitar 120 cm.

Kerangka dan Dasar Tanah

Saat proses peletakkan kolam pada dasar tanah, Anda bisa menggunakan area yang datar. Hal tersebut juga berlaku pada kerangkanya agar tidak memakai bahan yang tajam karena dapat berisiko merusak terpal.

Penanganan Limbah Air Limbah

Apabila kolam terpal yang Anda buat berlokasi di area perkampungan sebaiknya Anda juga memikirkan terkait penanganan limbahnya. Sehingga air limbah yang dihasilkan dari pemeliharaan ikan tersebut akan diolah dulu sebelum dibuang ke perairan umum.

Solusinya, Anda bisa membuat saluran pembuangan secara permanen yaitu dengan cara menggabungkan antara kolam terpal dengan sungai.

6. Membuat Kolam Terpal

  • Kolam harus dikeringkan terlebih dulu
  • Kondisi kolam harus bersih untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

7. Persiapan Air

 

Syarat Air Untuk Ikan Nila:

  • Air yang akan dimasukkan ke dalam kolam harus benar-benar bersih dan harus terbebas dari pathogen
  • Sterilisasi air dilakukan 3 hari sekali sebelum menaburkan benih ikan
  • Ph air yang bagus yaitu sekitar 6-7,5, Di atas maupun di bawah suhu tersebut ikan nila masih bisa hidup namun pertumbuhannya akan terganggu.
  • Suhu optimal yang bagus untuk pertumbuhan yaitu s25-30 derajat celcius.

8. Penebaran Benih

Setelah semua persiapan air sudah siap, maka cara budidaya ikan nila kolam terpal yang terakhir dengan menebar benih ikan nila:

  • Jumlah tebar benih yang sebaiknya 15-30 ekor per meter persegi dengan ukuran 10 gram tiap satu kilo.
  • Sebelum dilepaskan ke perairan, sebaiknya dilakukan penyesuaian dengan lingkungan terlebih dulu. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kematian karena ikan menjadi stress akibat terlalu banyak menampung benih.

Dengan mengetahui beberapa cara budidaya ikan nila kolam terpal di atas, tentunya dapat membantu Anda dalam menjalankan bisnis yang menjanjikan ini. selamat mencoba

Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Kolam Terpal yang Perlu Di Ketahui

Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Kolam Terpal yang Perlu Di Ketahui

Apakah Anda tengah mencari peluang usaha menjanjikan yang mudah dan tidak membutuhkan modal terlalu besar? Jika iya, usaha budidaya kolam terpal mungkin bisa dijadikan pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin mencoba bisnis baru.

Usaha kolam terpal yaitu kolam ikan yang dibuat dengan memanfaatkan bahan terpal. Terpal yang diletakkan pada kolam untuk dijadikan alas sekaligus dinding kolamnya.

Untuk penerapan terpalnya, bahan dan bentuknya bisa dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan keinginan. Dengan adanya kolam kolam terpal ini tentunya akan membantu menekan biaya sehingga biaya yang diharuskan tidak begitu besar.

Munculnya usaha budidaya ikan sendiri dilatarbelakangi oleh kegemaran masyarakat dalam mengonsumsi ikan yang dijadikan sebagai lauk sehari-hari. Dari kegemaran tersebut, permintaan akan ikan pun akan terus meningkat dan menjadikan bisnis ikan kolam terpal masih berpeluang besar untuk dilakukan.

Bahkan, usaha satu ini juga tidak bersifat permanen, sehingga apabila sewaktu-waktu Anda membutuhkan lahan maka Anda bisa membongkarnya kapan saja.

Nah, apabila Anda tertarik untuk mencoba bisnis ikan kolam terpal ini, yuk ketahui terlebih beberapa kelebihannya.

Baca Juga:

Kelebihan Kolam Terpal Pada Budidaya Ikan

1. Persentase Hidup Lebih Lama

Kelebihan pertama yang Anda dapatkan ketika mencoba bisnis kolam terpal yaitu persentase hidup ikan akan lebih lama. Ya, hal ini dikarenakan air pada kolam terpal bisa dikontrol dengan baik sehingga akan terhindar dari berbagai penyakit maupun hama lainnya.

Dengan kata lain, budidaya ikan pada kolam terpal akan menjadikan ikan lebih sehat. Bahkan terdapat survey yang membuktikan bahwa budidaya ini memiliki tingkat persentase hidup sampai dengan 95%.

2. Meminimalisir Serangan Penyakit dan Hama

Dalam budidaya ikan, serangan penyakit dan hama pada kolam menjadi hal umum yang biasa terjadi. Akan tetapi, saat melakukan budidaya ikan kolam terpal maka Anda bisa meminimalisir hal tersebut. Adanya serangan penyakit dan hama tersebut dikarenakan tingkat kelembabannya berbeda dengan budidaya ikan kolam tanah.

Biasanya, hama akan mengendap pada dasar kolam sehingga mudah untuk berkembang biak. Untuk itu, apabila Anda melakukan budidaya ikan pada kolam tanah atau semen maka hama akan mudah berkembangbiak sehingga penyakit dapat dengan mudah menyerang ikan-ikan Anda.

3. Pekerjaan Lebih Mudah

Karena pengerjaannya yang mudah, Anda juga bisa menjadikan budidaya ikan kolam terpal ini sebagai bisnis sampingan tanpa harus mengganggu aktivitas utama. Anda hanya perlu melakukan penyebaran benih ikan, perawatan dan proses panen tanpa harus menggunakan tenaga yang banyak.

Tak hanya itu, budidaya ikan kolam terpal pun sangat mudah dibersihkan karena Anda hanya perlu menyedot endapan sisa makanan pada dasar kolam. Untuk pengontrolan juga mudah karena bisa dilakukan secara berkala. Bahkan, untuk proses panen juga relatif mudah karena pada budidaya ikan kolam terpal endapan lumpur dan tanah sangatlah sedikit.

Baca Juga: 

4. Berguna Untuk Daerah Kurang Air

Untuk Anda yang tinggal di daerah yang tidak mendapatkan air yang cukup, Anda tak perlu khawatir. Terpal yang yang digunakan adalah berbahan plastik sehingga proses penampungan air dapat dilakukan secara maksimal tanpa adanya resapan yang masuk ke dalam tanah. Dengan begitu, budidaya ikan kolam terpal ini tidak akan membutuhkan air yang banyak.

5. Suhu Air Lebih Stabil

Budidaya ikan kolam terpal ternyata mampu untuk menahan fluktuasi suhu pada kolam. Hal ini biasanya terjadi pada saat perubahan musim yang tidak menentu. Kuncinya, terletak pada alas sekam yang terlebih dulu ditebar sebelum dipakai.

Di musim kemarau Anda bisa menyiramnya dengan menggunakan air agar cepat membusuk. Proses pembusukan inilah yang akan menghasilkan panas yang mampu untuk mengontrol suhu pada budidaya ikan khususnya ikan gurame.

6. Ikan Tidak Bau Tanah

Lain halnya dengan budidaya ikan pada kolam tanah yang biasanya ikan yang dihasilkan saat panen masih berbau lumpur. Untuk hasil ikan budidaya pada kolam terpal sama sekali tidak berbau lumpur. Dan ikan yang tidak berbau lumpur biasanya juga akan banyak diminati oleh banyak konsumen.

Meskipun banyak juga kelebihan yang akan Anda dapatkan saat melakukan budidaya kolam terpal, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa budidaya ikan ini juga mempunyai kekurangan.

Terlebih jika budidaya ikan kolam terpal diterapkan pada ikan air tawar dan digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Untuk itu, kolam dalam bentuk permanen tentunya akan lebih cocok digunakan daripada kolam terpal. Dan  berikut beberapa kekurangan pada budidaya ikan kolam terpal.

Baca Juga:

Kekurangan Kolam Terpal Pada Budidaya Ikan

1. Rawan Terkena Bocor

Dalam pembuatan lahan untuk kolam terpal, sebisa mungkin Anda harus meletakkannya pada tempat yang bebas dari sudut lancip untuk mengurangi risiko terpal bocor.

Anda harus berhati-hati dalam memberikan pakan tambahan, karena bisa saja pakan tambahan tersebut bisa menyebabkan kebocoran.

Selain itu, hewan pengerat seperti tikus juga senang dalam mengunyah terpal dan bisa menjadi salah satu penyebab utama terpal menjadi bocor. Bahkan terpal juga bisa saja tertusuk paku atau kawat pada tiang penegak dindingnya.

2. Mudah Lapuk Karena Hujan

Akan terasa merepotkan apabila sedang musim hujan, sehingga Anda juga harus mencari cara supaya bagian luar kolam tidak terkena hujan.

Kolam terpal yang terkena hujan secara terus menerus akan membuat terpal menjadi cepat lapuk. Hal ini juga dapat membuat terpal menjadi mudah rusak sebelum waktunya.

3. Kurangnya Ion dan Mineral Dari Tanah

Keunggulan dari kolam ikan tanah yakni banyaknya kandungan mineral renik yang bagus untuk kebutuhan nutrisi ikan.

Tanah juga berguna untuk menstabilkan ion dalam air. Sehingga, saat air kekurangan ion maka bisa didapatkan dari tanah. Bahkan, saat air kelebihan ion maka tanah akan mudah mengikatnya.

Ikan yang dibudidayakan pada kolam terpal mungkin tidak akan tumbuh cepat dan sebesar ikan yang dibudidayakan pada kolam tanah. Kecuali jika Anda menambahkan zat tambahan pada kolam terpal.

4. Air Kolam Cepat Berbau

Ikan yang dibudiyakan pada kolam terpal bisa cepat menghasilkan bau tidak sedap dikarenakan tidak adanya bakteri seperti pada kolam tanah. Bakteri yang terdapat pada kolam berguna sebagai penyuplai mineral dan perombak bahan organik.

Proses perombakan bahan organik ini akan berjalan dengan sehingga bisa membantu untuk menguraikan pakan ikan yang tidak habis sehingga tidak akan lama mengendap di dasar kolam.

Pada kolam terpal akan lebih cepat berbau karena proses pembusukan pakan ikan yang tidak habis tersebut akan diuraikan dalam waktu yang cukup lama. Tak hanya itu, proses penguraian yang lama ini juga akan mengurangi kadar oksigen dalam air.

5. Tidak Awet

Rata- rata usia kolam terpal yaitu hanya sekitar 2 tahun saja, sedangkan untuk kolam tanah atau semen bisa mencapai usia berpuluh-puluh tahun selama Anda bisa menjaganya agar tidak berlumut.

Pemilihan jenis kolam memang bergantung dengan tujuan Anda dalam berbudidaya ikan. Apabila Anda mempertimbangkan masalah mobilitas, biaya dan kemudahan dalam pengembangannya maka kolam terpal bisa menjadi pilihan terbaik.

Namun, apabila prioritas Anda adalah kualitas ikan dan penggunaan kolam untuk jangka panjang maka kolam tanah atau semen cocok untuk hal tersebut.

Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Terpal Untuk Bisnis Yang Menjanjikan

Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Terpal Untuk Bisnis Yang Menjanjikan

Dewasa ini bisnis perikanan di Indonesia tengah banyak dilirik oleh para pebisnis baik pemula maupun yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis. Salah satu bisnis bisnis perairan tersebut adalah budidaya ikan lele  yang semakin banyak peminatnya.

Tak hanya pembudidaya ikan saja, bahkan para pengusaha kuliner kini banyak menggunakan ikan lele untuk dijadikan sajian makanan dalam yang akan dibuatnya.

Tak heran, jika tiap kali berkunjung ke warung makan sering dijumpai sajian makanan berupa ikan satu ini. Bahkan di supermarket dan juga pasar tradisional pun banyak tersedia ikan lele dalam berbagai ukuran.

Dengan adanya permintaan pasar yang semakin meningkat, maka kesempatan dalam menjalankan budidaya ikan lele masih berpeluang besar.

Tak hanya berpeluang besar, bahkan cara budidaya ikan lele di kolam terpal dan perawatannya juga sangat mudah, sehingga siapa saja bisa melakukannya.

Guna membantu proses budidaya yang akan Anda jalankan, cara budidaya ikan lele di kolam terpal tentunya penting untuk diperhatikan:

1. Persiapan Budidaya Lele

Memilih Jenis Lele

Beberapa pembudidaya ikan lele bisa memilih jenis ikan lele seperti sangkuriang atau dumbo, karena jenis lele satu ini mudah dalam hal perawatan dan dijual dengan harga murah. Terdapat kelebihan tersendiri pada benih lele sangkuriang dan dumbo, antara lain:

  1. Lele sangkuriang memiliki intensitas berkembang biak yang sangat tinggi
  2. Kualitas dan rasa daging yang empuk
  3. Cara budidaya sangatlah mudah untuk diterapkan
  4. Lebih kebal terhadap penyakit yang kerap menyerang ikan.

Adanya beberapa keunggulan tersebut maka  budidaya lele sangkuriang ini sangat mudah diterapkan bukan? Anda juga tak perlu mengurungkan niat untuk segera melakukan budidaya ikan lele di kolam terpal ini.

Syarat Hidup Ikan Lele

Tak hanya memahami jenis ikan mana yang akan dibudidayakan, namun Anda juga harus memperhatikan syarat-syarat agar ikan lele dapat hidup lebih lama.

Memang, jenis ikan lele mudah untuk dibudidaya karena bisa hidup pada kondisi air apapun mulai dari air asin, air tawar hingga air rawa sekalipun.

Namun, Anda tidak boleh terlalu meremehkan hal satu ini. Semakin bagus kualitas air yang digunakan untuk budidaya, maka akan semakin bagus pula kualitas yang akan dihasilkan. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan untung yang lebih banyak apabila kondisi air selalu sehat.

Lokasi

Tidak ada tempat khusus untuk melakukan budidaya ikan satu ini karena budidaya ikan lele di kolam terpal ini bisa dilakukan dimana saja termasuk pada lokasi dengan ketinggian 1000. Untuk itu, Anda juga harus meperhatikan tingkat keasaman yang digunakan  yaitu sekitar 7- 8 ph.

Suhu

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh ahli, ikan lele dapat bertahan hidup dengan baik pada kondisi suhu 26-32 derajat celcius. Ya, apabila suhu dalam kolam terlalu rendah maka pencernaan ikan lele akan mengalami gangguan. Untuk itu, Anda perlu membuat kondisi air agar tetap hangat.

Baca Juga: 

2. Kolam Pertumbuhan

Anda bisa menggunakan kolam dengan ukuran 5 x 2 meter yang sudah bisa menampung sekitar 1000 benih ikan lele. Anda juga bisa menggunakan kolam dengan lebar yang lebih dari ukuran tersebut hanya denganmenghitung skalanya saja.

Yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya ikan lele di kolam terpal pada pembuatan kolamnya, yakni jangan terlalu memadatkan kolam dengan mengisinya dengan banyak ikan. Karena hal ini dapat membuat ikan mudah mengalami stress.

Agar lebih praktis, cara pembuatan kolam dengan model terpal memang banyak diterapkan. Selain mudah, harga untuk pembuatan kolam tersebut lebih murah dibandingkan pada kolam tanah atau kolam semen.

3. Siapkan Benih Ikan Lele Berkualitas

Budidaya ikan lele di kolam terpal harus memilih benih dengan ukuran sekitar 5 sampai 7 cm. Sebaiknya dalam memilih benih tersebut harus seragam misalnya Anda membeli benih ikan lele dengan ukuran 7 cm, maka semua benih juga harus berukuran sama yaitu 7 cm.

Ciri-ciri benih ikan lele yang berkualitas antara lain:

  • Tubuh ikan lele terlihat seimbang dan proporsional. Untuk itu, sebelum membeli perhatikan terlebih dulu ukuran kepala dan badannya.
  • Selain ukurannya, Anda juga harus memilih ikan lele dengan gerakan yang lincah dengan sungut yang tidak pucat. Selain itu, pilih juga benih lele dengan warna yang mengkilap karena lele dengan tampilan tersebut merupakan tanda bahwa ikan tidak cacat atau terkena penyakit.
  • Perhatikan pula tingkah laku dari ikan lele tersebut. ikan lele dengan kualitas yang bagus adalah ikan yang tidak berdiri maupun menggantung saat berada di dalam air. Dengan kata lain, lele dengan gerakan yang aktif merupakan jenis ikan lele yang berkualitas.

4. Persiapan Menebar Benih

Apabila kolam dan benih sudah dipersiapkan, maka budidaya ikan lele di kolam terpal yang selanjutnya dengan menebar benih pada kolam. Terdapat dua tahapan yakni dengan mengisi air pada kolam dan pemupukan benih. Caranya adalah:

  • Isi kolam dengan menggunakan air bersih dengan ketinggian 60 cm
  • Siapkan pupuk kandang seperti kotoran kambing, lalu masukan ke dalam karung dan bagi menjadi dua bagian
  • Letakkan kedua karung tersebut pada kolam dengan kondisi pupuk masih berada dalam karung tersebut dan meletakkannya pada tengah atau pinggir kolam. Nantinya karung tersebut akan mengambang pada permukaan kolam
  • Setelah seminggu, celupkan karung berkali-kali atau seperti sedang membuat teh lalu angkat kedua karung tersebut.
  • Setelah itu, Anda bisa menebarkan benih ikan lele pada kolam tersebut.

Baca Juga: Menghitung Kisaran Biaya Ternak Lele Kolam Terpal Untuk Pemula

5. Pemeliharaan Ikan Lele

Terdapat beberapa hal yang penting untuk diperhatikan antara lain:

  • Sebaiknya tidak mengganti air sebelum masa panen tiba karena Anda harus tetap menjaga ketenangan air kolam selama masa pertumbuhan.
  • Anda bisa saja menambahkan air pada kolam, dengan catatan benih lele sudah diberi makan terlebih dulu. Lakukan penambahan air secara bertahap.
  • Berikan makanan seperti keong mas, pelet, cacing, plankton maupun lainnya.
  • Pemberian makan tersebut juga harus melalui prosedur. Berikan pakan lele 5-6 kali dalam sehari yang bisa Anda lakukan setelah terbit matahari agar tidak mencemari air.

6. Masa Panen Lele

Biasanya, lele akan tumbuh besar dalam kurun waktu 2-3 bulan, setelah itu baru bisa dipanen. Anda bisa melihat lele tersebut apakah layak untuk dipanen dengan acuan 1 kg lele berkisar 7-8 ekor.

Usahakan saat melakukan pemanenan dengan menggunakan bahan yang licin supaya tidak menjadikan tubuh ikan lele terluka.

Cara memanen yang tepat yakni dengan menyurutkan kolam terlebih dulu, setelah itu gunakan serokan dan masukan ke dalam wadah plastik. Budidaya ikan lele di kolam terpal saat proses pemanenan juga bisa menggunakan jaring agar lebih efisien. Lakukan dengan berhati-hati karena lele juga bisa bersifat agresif.

Apabila sudah selesai, isi kolam dengan kembalikan lele yang belum siap dipanen. Sementara lele yang hasilnya bagus siap didistribusikan maupun dikonsumsi sendiri

5 Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Para Pemula

5 Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Para Pemula

Ikan menjadi salah satu lauk yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Tak hanya karena rasanya yang enak, cara memasaknya ikan pun terbilang mudah.

Bahkan untuk kandungannya gizinya saja sangat bagus, terlebih untuk kesehatan, kecerdasan dan juga perkembangan otak ketika usia anak-anak.

Mengingat banyaknya kandungan gizi yang penting bagi tubuh, banyak orang yang memelihara ikan sendiri agar mudah dikonsumsi. Karena permintaan akan ikan semakin banyak, tak heran sumber protein hewani ini banyak dibudidayakan untuk dijadikan sumber penghasilan.

Dalam memelihara ikan, baik untuk dikonsumsi sendiri atau budidaya terdapat dua cara yakni dengan media kolam atau dengan kolam terpal. Untuk media terpal memang terbilang mudah dan praktis sehingga cocok diterapkan pada daerah yang berada di daerah memiliki air yang sulit.

 

Apabila Anda tertarik menjalankan usaha satu ini, berikut cara membuat kolam terpal yang bisa dicoba. Namun sebelum membuat kolam tersebut, ada baiknya Anda mengetahui beberapa faktor untuk mendukung keberhasilan pengerjaan budidaya ikan terpal ini:

  1. Anda harus mengetahui jenis dan ukuran ikan yang akan dibudidayakan
  2. Dasar kolam ikan harus sama permukaannya
  3. Kekuatan terpal agar bisa menampung air kolam secara maksimal
  4. Pembuatan saluran untuk pembuangan
  5. Hindari beberapa hal yang dapat merusak terpal. Pastikan permukaan dan rangka kolam harus benar-benar rata sehingga tidak merusak terpal. Rangka lancip tentunya akan berpengaruh pada ketahanan terpal yang Anda gunakan.

Kolam terpal tentunya mempunyai beberapa jenis bagiannya. Untuk itu, Anda bisa menyesuaikannya terlebih dulu sebelum membuatnya. Sesuaikanlah sebelum membuatnya mulai dari skala usaha hingga seberapa ukuran yang diinginkan.

Baca Juga: 

 

1. Kolam Terpal Ikan Di Atas Permukaan Tanah

Sesuai dengan namanya, cara membuat kolam terpal jenis ini merupakan kolam yang dibuat di atas permukaan tanah.

Kelebihan dari kolam ini Anda tidak memerlukan galian tanah sehingga tak perlu membuat lubang besar pada lahan yang akan digunakan. Akan tetapi, Anda tetap harus tetap membuat rangka yang kuat agar terpal bisa berdiri tegak.

Bahan Yang Diperlukan :

  •  Pasir
  •  Semen
  •  Bambu
  •  Pipa
  •  Batu bata
  •  Terpal

Cara Membuat Kolam Terpal :

  1. Pertama yang harus Anda lakukan yakni dengan membuat denah atau mengukur kolam terlebih dulu. Biasanya, kolam yang digunakan berukuran 2 x 3 x 1 m atau 4 x 5 x 1 m.
  2. Selanjutnya, Anda bisa membuat pondasi kolam dengan ukuran yang diinginkan
  3. Kemudian buatlah saluran untuk keluar masuknya air
  4. Jika kolam sudah kering Anda, letakkan terpal yang sudah dipersiapkan

2. Kolam Terpal Ikan Didalam Tanah

Untuk jenis kolam ini dirancang khusus di dalam tanah dimana Anda harus membuat lubang terlebih dulu sesuai dengan ukuran yang diinginkan. cara membuat kolam terpal ini pun dibuat dengan merendam sebagian kolam maupun seluruhnya.

Terdapat 2 jenis kolam terpal yang dibuat di dalam tanah. Apabila Anda memilih sebagian saja yang direndam, maka Anda harus membuat rangka yang kokoh agar kolam bisa berdiri tegak.

Namun, apabila kolam terpal dengan merendam seluruh bagian maka Anda tidak perlu membuat rangkanya. Karena yang terpenting yakni dengan menggali cukup dalam lubang kolam sampai dengan ukuran yang tepat.

Anda tak perlu khawatir mengenai susahnya membuat galiannya karena cara membuat kolam terpal ini sangatlah mudah.

Yang paling utama, terpal yang akan Anda jadikan terpal harus benar-benar kuat dan jangan sampai bocor sedikitpun. Anda bisa memperhitungkan beban air dan juga ikannya. Jangan sampai terpal yang digunakan tidak mampu menahan beban air maupun ikan pada kolam.

Langkah-langkah cara membuat kolam terpal dalam tanah yaitu sebagai berikut :

Bahan dan Alat :

  • Terpal
  • Cangkul
  • Pasak atau bamboo
  • Meteran

Cara Membuat Kolam Terpal :

  1. Pertama, Anda harus menentukan ukuran yang Akan digunakan. Biasanya ukuran yang digunakan 2 x 3 x 1 m dengan luas terpal 4 x 5 m.
  2. Lalu Anda bisa menancapkan pasak pada lahan yang sudah diukur dengan menggunakan meteran
  3. Cangkul dan buatlah lubang sesuai dengan ukuran yang sudah dibuat
  4. Selanjutnya, Anda bisa membuat lubang pembuangan untuk keluar masuknya air ke dalam kolam.
  5. Setelah itu, masukan terpal yang sudah diukur sesuai dengan ukuran kolam.

Sebaiknya, terpal yang Anda gunakan dalam cara membuat kolam terpal tersebut harus dibersihkan terlebih dulu.

Baca Juga: Dapatkan Omset Ratusan Juta Rupiah Dari Usaha Ternak Lele 

Caranya dengan merendamnya dengan air kolam yang akan digunakan, lalu diamkan terlebih dulu. Ingat, jangan langsung gunakan kolam tersebut atau memasukkannya langsung untuk berbudidaya ikan.

Perlu beberapa hari untuk ikan agar bisa menyesuaikannya dengan habitat barunya. Sehingga proses perendaman sebelum ikan disebar kolam Anda harus merendamnya selama kurang lebih 2-3 hari.

Pastikan bahwa kolam yang akan gunakan tersebut benar-benar steril dengan memberikan ketapang atau tumpukan daun pepaya yang dibiarkan selama seminggu. Ketapang dan tumpukan daun pepaya ini berfungsi sebagai antiseptik kolam.

Setelah semua persiapan tadi dilakukan, maka kolam siap digunakan untuk berbudidaya. Jangan lupa untuk membersihkan ketapang atau daun pepaya terlebih dulu lalu buang airnya. setelah itu, Anda bisa menggantinya dengan air baru.

Cara Pemasangan Pipa Saluran Untuk Pembuangan Pada Kolam Terpal

Tak hanya cara membuat kolam terpal saja yang harus diperhatikan, karena bagian saluran pembuangan juga penting karena berfungsi untuk mengganti air.

Untuk lubang salurannya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, semakin lebar lubang salurannya maka akan semakin cepat proses pembuangannya.

Tak hanya digunakan sebagai saluran pembuangan saja, namun lubang tersebut digunakan sebagai pengatur level pada ketinggian air dalam kolam.

Bahan dan Alat :

  • Clamp/Klem
  • Pipa PVC/ peralon
  • Knee
  • Ban Motor yang masih bagus
  • Pisau atau cutter
  • Obeng
  • Tali
  • Spidol
  • Lem

Cara Membuat Kolam Terpal :

  1. Beri tanda pada bagian terpal yang ingin dijadikan tempat saluran pembuangan dengan menggunakan spidol. Jika sudah, masukan salah satu ujung knee dari arah luar ke dalam terpal. Pastikan bahwa salah satu ujungnya sudah menghadap ke arah pembuangan.
  2. Setelah itu, ikat terpal dan pipa pembuangan dengan menggunakan karet ban bekas yang terlebih dulu digunting. Usahakan pengikatan dilakukan serapi mungkin supaya tidak terdapat banyak lekukan.
  3. Kemudian pasanglah klem yang terbuat dari steinless supaya tidak mudah berkarat. Klem tersebut dipasang tepat dibagian yang sudah diikat. Kencangkan ikatan tersebut dengan menggunakan obeng.
  4. Bukalah lubang yang sudah ditandai dengan menggunakan cutter atau pisau.
  5. Langkah terakhir, Anda tinggal memasang pipa pvc atau peralon yang akan dipasang pada kolam dengan panjang yang sudah disesuaikan dengan tinggi volume air yang diinginkan. pipa yang berada disisi luar Anda bisa menyesuaikannya dengan panjang sampai luar kolam.

Dengan melihat beberapa cara membuat kolam terpal di atas, tentunya dapat membantu Anda dalam membuat kolam yang tepat. Untuk hasil terbaik, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan kolam dengan menguras kolam secara berkala. Selamat mencoba.

1
Butuh Konsultasi?
Penawaran Khusus?
Silahkan hubungi kami
Powered by